KUALITAS UDARA
Sejak tahun 1976 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melakukan pemantauan terhadap beberapa parameter kualitas udara yang berdampak negatif terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat. Pendirian jaringan pemantauan kualitas udara di Indonesia berkaitan erat dengan program-program Badan Meteorologi Se Dunia (WMO) antara lain Program Global Ozone Observing System (GO3OS) di tahun 1950-an, Program Background Air Pollution Monitoring Network (BAPMoN) di tahun 1960-an, Program Global Atmosphere Watch (GAW) tahun 1989 dan Program GAW Urban Research Meteorological and Environment (GURME) tahun 1999.
Sampai saat ini BMKG memiliki 44 jaringan stasiun pemantau kualitas udara. Dari 44 Stasiun/ Unit Kerja Pemantau Kualitas Udara, 42 Stasiun melakukan pengamatan parameter SPM (Suspended Particulate Matter), 31 stasiun parameter Kimia Air Hujan (KAH), 7 stasiun parameter SO2 dan NO2, 4 stasiun parameter PM10, 3 stasiun parameter Aerosol, dan 2 stasiun melakukan pengamatan parameter Ozon (O3) permukaan serta 1 stasiun lainnya melaksanakan monitoring Gas Rumah Kaca (GRK).
Khususnya Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW Station) yang berlokasi di Bukit Kototabang- Sumatera Barat yang terletak pada posisi 00º 12' 17" LS dan 100º 19" 15" BT pada ketinggian 864.5 meter di atas permukaan laut, melaksanakan monitoring parameter kualitas udara yang lebih komprehensif, meliputi : Aerosol PM10,PM2,5,NO2,SO2,CO,O3,Gas Rumah Kaca (CH4, CO2,N20,SF6) dan radiasi UV-B. Fungsi stasiun GAW disamping melakukan monitoring seperti tersebut diatas juga untuk mengkoordinasikan pengamatan dan penelitian perubahan komposisi atmosfer dengan tujuan :
- Memahami peranan kimia atmosfer kaitannya dengan perubahan iklim regional-global.
- Mengevaluasi pengaruh kimia atmosfer terhadap lingkungan. Dalam hal ini berkaitan dengan pengendapan unsur yang berbahaya di bumi, ekosistem laut dan air tawar, siklus alami dari unsur kimia pada sistem global atmosfer, samudera dan biosfer.
Potensi yang dimiliki oleh Laboratorium Kualitas Udara Badan Meteorologi dan Geofisika dalam mendukung pemantauan kualitas udara, ditampilkan pada tabel di bawah ini.
METODA SAMPLING DAN PERALATAN LABORATORIUM YANG DIGUNAKAN
| No. |
Jenis Sampel |
Metode Sampling / Monitoring |
Peralatan sampling / Monitoring |
| 1. |
Rain Water |
Wet Deposition
Wet & Dry Deposition |
Automatic Rain Gauge type ARS 721 Automatic Rain Gauge type ARS 1000 |
| 2. |
SPM |
High Volume |
High Volume Sampler |
| 3. |
Aeorosol |
Low Volume |
Aerosol Sampler / Low Volume Sampler |
| 4. |
SO2 |
Passive Gas |
Passive Sampler |
| 5. |
NO2 |
Passive Gas |
Passive Sampler |
| 6. |
Ozone Permukaan |
UV Photometry |
Automatic Ozone |
| 7. |
Carbon Monoxide |
UV Photometry |
Analyzer UV Photometry CO |
| 8. |
Carbon Dioxide |
Infrared Photometry |
Analyzer Infrared CO2 Analyzer |
| 9. |
PM 10 |
Beta Attenuation Monitoring (BAM) |
BAM 1020 Analyzer |
| 10. |
PM 2.5 |
Light Scattering |
Nephelometer M9003 |
| 11. |
Solar Radiation |
Thermo Couple |
Solar Radiation Monitoring |
 |
 |
| HV sampler |
BAM 1020 Particullate Monitor |
 |
 |
| Inlet BAM |
Wet dry rain gauge |
METODA ANALISIS DAN PERALATAN LABORATORIUM YANG DIGUNAKAN
| No. |
Jenis Sample |
Metode Analisis |
Alat Yang Digunakan |
| 1. |
Komposisi Kimia Air Hujan pH
Daya Hantar Listrik
Kation dan Anion |
Electroda Cell
Electroda Cell
Chromatography |
pH meter
Electro Conductivitymeter
Ion Chromatography
|
| 2. |
Komposisi Kimia Aerosol pH
Kation dan Anion |
Electroda Cell Chromatography |
pH meter Ion Chromatography |
| 3. |
SPM |
Gravimetry |
Analytical Balance |
| 4. |
Gas SO2 |
Chromatography |
Ion Chromatography |
| 5. |
Gas NO2 |
Neda |
Spectrophotometer |
 |
 |
| Ozon Analyzer |
pH meter |
 |
 |
| Timbangan Analitik |
Sampel Air Hujan |
|