GEOFISIKA
» Gempa Bumi
» Gempa Dirasakan
» Tsunami
» Gaya Berat
» Tanda Waktu
» Magnet Bumi
» Stasiun Gempa Bumi
» Petir
» Seismologi Teknik

      PROFIL
» Sejarah
» Tugas & Fungsi
» Visi & Misi
» Struktur
» Pejabat BMKG Pusat
» Alamat Balai Besar
» Alamat Stasiun
» Kontak Kami
      METEOROLOGI
» Cuaca Jabodetabek (hari ini)
» Cuaca Jabodetabek (esok)
» Cuaca Jabodetabek 6 Jam
» Cuaca Umum (hari ini)
» Cuaca Umum (esok)
» Cuaca Dunia (hari ini)
» Cuaca Dunia (esok)
» PeringatanDini
» Prospek Tiga Harian
» Prospek Cuaca Mingguan
» Citra Satelit
» Prakiraan Angin
» Potensi Banjir 1 harian
» Maritim
» Siklon Tropis
» Kebakaran Hutan
      KLIMATOLOGI
» Informasi Hujan Bulanan
» Prakiraan Hujan Bulanan
» SPI
» Prakiraan Musim
» Neraca Air
» Dinamika Atmosfer
» Ekstrim
» Rata-rata klimatologi
» Katalog Stasiun
» Katalog ZOM
» Potensi Banjir
» Artikel Iklim
      KUALITAS UDARA
» Informasi SO2
» Informasi NO2
» Informasi SPM
» Informasi Kimia Air Hujan
» Informasi Ozon(O3)
» Informasi Gas Rumah Kaca
» Informasi Aerosol / PM10
» Data Base
      SARANA TEKNIS
» Instrumentasi Rekayasa Kalibrasi
» Database
» Jaringan Komunikasi
      SESTAMA
» Biro Perencanaan
» Biro Hukum & Organisasi
» Biro Umum
      PUSLITBANG
» Berita
» Kajian
      PUSINREKAL
» Instrumentasi
» Rekayasa
» Kalibrasi
      PUSDIKLAT
» Beasiswa
» AMKG
      LAIN-LAIN
» BERITA
» W E B M A I L
» Dharma Wanita
» KORPRI
» Koperasi
» Kolaborasi
» Artikel
» Seminar
» Link Terkait
» Lelang
» SMS
» WRS


      GEOFISIKA » Tanda Waktu

INFORMASI ASTRONOMIS HILAL DAN MATAHARI SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 8 DAN 9 SEPTEMBER 2010 (PENENTU AWAL BULAN SYAWWAL 1431 H)

Berikut disampaikan informasi astronomis Hilal dan Matahari saat Matahari terbenam tanggal 8 dan 9 September 2010 (Penentu Awal Bulan Syawwal 1431 H). Informasi yang disampaikan disini meliputi:

 

1.      Waktu Konjungsi (Ijtima') dan Waktu Terbenam Matahari

2.      Data Astronomis Hilal dan Matahari untuk Beberapa Kota di Indonesia

3.      Peta Ketinggian Hilal

4.      Peta Elongasi

5.      Peta Umur Bulan

6.      Peta Lag

7.      Objek Astronomis Lainnya yang Berpotensi Mengacaukan Rukyat Hilal

 

Selengkapnya, informasi tersebut dapat diunduh pada tautan berikut ini:



Informasi :

Sub Bidang Gravitasi dan Tanda Waktu BMKG

Gedung Operasional Baru Lt. 2

Jl. Angkasa I No. 2 Kemayoran, Jakarta Pusat 10720

Telepon : (021) 4246321 ext. 8203

Email : grav.waktu@bmg.go.id

.: 8/23/2010 1:14:41 PM :: TandaWaktu :.


INFORMASI ASTRONOMIS HILAL DAN MATAHARI SAAT MATAHARI TERBENAM 10 AGUSTUS 2010 (PENENTU AWAL BULAN RAMADHAN 1431 H)
Berikut disampaikan informasi astronomis Hilal dan Matahari saat Matahari terbenam tanggal 10 Agustus 2010 (Penentu Awal Bulan Ramadhan 1431 H). [2/8/2010] » Selengkapnya...

PETA KETINGGIAN HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM PADA AWAL BULAN SYA'BAN 1431 H
Salah satu metode penentuan awal bulan dalam Kalender Hijriyah (Kalender Islam) adalah dengan menghitung data astronomis Hilal/sabit Bulan saat Matahari terbenam pada hari terjadinya konjungsi/ijtima' [12/7/2010] » Selengkapnya...

GERHANA BULAN SEBAGIAN 26 JUNI 2010
Pada tanggal 26 Juni 2010 akan kembali terjadi Gerhana Bulan Sebagian (GBS). GBS ini dapat disaksikan dari wilayah Indonesia pada awal malam. Gerhana Bulan kembali akan terjadi [25/6/2010] » Selengkapnya...

PETA KETINGGIAN HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM PADA AWAL BULAN RAJAB 1431 H
Salah satu metode penentuan awal bulan dalam Kalender Hijriyah (Kalender Islam) adalah dengan menghitung data astronomis Hilal/Bulan sabit saat Matahari terbenam pada hari terjadinya konjungsi/ijtimak [16/6/2010] » Selengkapnya...

PETA KETINGGIAN HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM PADA AWAL BULAN JUMADITS TSANIYAH 1431 H
Salah satu metode penentuan awal bulan dalam Kalender Hijriyah (Kalender Islam) adalah dengan menghitung data astronomis Hilal/Bulan sabit saat Matahari terbenam pada hari terjadinya konjungsi/ijtimak [10/5/2010] » Selengkapnya...

PETA KETINGGIAN HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM PADA AWAL BULAN JUMADIL ULA 1431 H
Salah satu metode penentuan awal bulan dalam Kalender Hijriyah (Kalender Islam) adalah dengan menghitung data astronomis Hilal/Bulan sabit saat Matahari terbenam pada hari terjadinya konjungsi/ijtimak [5/4/2010] » Selengkapnya...

PETA KETINGGIAN HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM PADA TANGGAL 16 MARET 2010 (Awal Bulan Rabiuts Tsani1431 H)
Salah satu metode penentuan awal bulan dalam Kalender Hijriyah (Kalender Islam) adalah dengan menghitung data astronomis Hilal/Bulan sabit saat Matahari terbenam pada hari terjadinya konjungsi/ijtimak [4/3/2010] » Selengkapnya...

PETA KETINGGIAN HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 14 FEBRUARI 2010 (Awal Bulan Rabbiul Awwal 1431 H)
Salah satu metode penentuan awal bulan dalam Kalender Hijriyah (Kalender Islam) adalah dengan menghitung data astronomis Hilal/Bulan sabit saat Matahari terbenam pada hari terjadinya konjungsi/ijtimak [4/2/2010] » Selengkapnya...

PENGAMATAN GERHANA MATAHARI 15 JANUARI 2010
Tim BMKG pusat telah berhasil melakukan pengamatan Gerhana Matahari Sebagian di Jakarta pada tanggal 15 Januari 2010, menggunakan detektor Celestron NexImage yang dipasang pada teleskop William Optic [25/1/2010] » Selengkapnya...

GERHANA MATAHARI CINCIN 15 JANUARI 2010
Pada tanggal 15 Januari 2010 akan kembali terjadi Gerhana Matahari Cincin (GMC) dengan jalur Cincin melewati Chad, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo bagian Utara, Uganda, Kenya, So­ma [14/1/2010] » Selengkapnya...
Badan Meteorologi dan Geofisika © 2010 - Hak cipta dilindungi undang-undang
Kantor Pusat : Jl. Angkasa 1 No.2, Kemayoran, Jakarta Pusat - Indonesia , Telp. 021-4246321