Berita
Berita ilmiah versus berita public, tentang prediksi gempa
[4/9/2009]

Beberapa hari setelah gempa besar maka wartawan sangat haus dengan berita tentang dampak terhadap gempa tersebut dan apa yang akan dilakukan beberapa hari kedepan. Hal ini sangat realistis berhubung kekawatiran akan dampak berikutnya sangat tinggi, sehingga berita yang realistis sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan masarakat yang sedang trauma. Sangat tidak realistis apabila berita yang beredar adalah kemungkinan kejadian beberapa tahun yang akan datang, bahkan ratusan tahun yang akan datang. Berita yang tidak realistis dalam skala waktu sangat berbahaya bagi masarakat yang sedang ketakutan, karena tidak membantu keselamatan bahkan menambah kesengsaraan dan merepotkan aparat dalam penanganan paska bencana.
Kalau ungkapan tersebut di atas dapat dimaklumi, maka keselamatan masarakat yang sedang ketakutan untuk menghadapi dampak beberapa hari yang akan datang menjadi prioritas utama berita, sehingga berita tentang prediksi gempa besar yang akan terjadi beberapa tahun atau ratusan tahun yang akan datang merupakan berita yang sangat tidak sesuai diungkapkan. Persoalannya adalah bagaimana menyikapi wartawan pencari berita sensasional yang menggunakan momen momen besar paska bencana.

Tugas team BMKG ke lokasi bencana
1. Memantau gempa susulan memakai seismograph portable dekat dengan sumber gempa sehingga gempa kecil dapat terpantau dengan baik.
2. Hasil pantauan dapat dilihat langsung oleh masarakat bagaimana perkembangannya setiap hari.
3. Menjelaskan pada masarakat di lokasi pemantauan tentang hasil pantauan yang pada dasarnya adalah penurunan intensitas gempa, baik jumlah maupun skalanya.

Prediksi gempa bumi
Prediksi gempa bumi masih dalam taraf penelitian. Parameter prediksi adalah lokasi, besarnya dan waktunya. Perkiraan lokasi dan besarnya gempa dapat saja dilakukan, namun tantangan yang paling sulit adalah menjawab kapan gempa tersebut terjadi.
Berdasarkan sejarah gempa maka bisa dihitung probabilitasnya; makin kecil gempa maka makin besar probabilitasnya terjadi dilokasi yang memang potensi (seperti di daerah pertemuan lempeng tektonik). Sebaliknya makin besar gempanya maka makin kecil probabilitasnya.
Berdasarkan monitoring tanda-tanda pendahuluan (precursor) gempa bumi besar, maka secara fisika bisa kita ungkapkan bahwa apabila materi mengalami stress maka beberapa sifat materi tersebut mengalami perubahan yang dapat di monitor, seperti kepadatan, kandungan air, kandungan electron, sifat kemanignitan, sifat radio aktif dsb. Di daerah pertemuan lempeng tektonik terjadi akumulasi stress akibat tekanan pergerakan lempeng tektonik. Maka bisa dilakukan monitoring perubahan gravitas, electron, kemagnitan, tinggi air tanah, radon (radio aktif), seismic dsb. Sampai saat ini yang dapat dibuktikan adalah setelah gempa besar maka hasil monitoring sebelum terjadi gempa dikaji lagi. Hasilnya memang ada beberapa tanda menunjukkan gejala anomaly tertentu. Namun belum dapat disimpulkan bahwa tanda tersebut menandakan gempa akan terjadi, karena tanda tersebut sering juga muncul tanda tanpa disertai adanya gempa besar. Hal ini membuktikan bahwa prediksi gempa belum konsisten secara ilmiah dan belum dapat dikatakan sebagai teknologi yang dapat dipakai.
Cina mengoperasikan system prediksi gempa dengan memakai bermacam sensor seperti GPS (Global, Posisioning System), Gravity, magnit, radon, termasuk gejala tingkah laku binatang. Hasilnya memang beberapa kali sukses, namun lebih sering gagal memprediksi gempa besar.


PUSLITBANG GELAR THE INTERNATIONAL SYMPOSIUM ON EQUATORIAL MONSOON SYSTEM
[29/7/2010]
Puslitbang BMKG menyelenggarakan simposium Internasional tentang Equatorial Monsoon System di Hotel Le Grandeur pada tangggal 28-29 Juli 2010. Sebagai ketua penyelenggara, Kepala Puslitbang, Drs. I Pu...Selengkapnya
WORKSHOP PEMBINAAN ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN KEUANGAN BMKG
[27/7/2010]
Workshop Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan Keuangan BMKG diselenggarakan di Gedung Serba Guna BMKG Citeko - Bogor, Selasa (27/7). ...Selengkapnya
SEMINAR SCIENTIFIC JURNAL CLUB
[27/7/2010]
Selasa (27/07), Seminar Scientific Jurnal Club kembali diselenggarakan Pusat Penelitian dan Pengembangan di Gedung Serba Guna BMKG yang dihadiri oleh pejabat Eselon II, III dan IV serta staf BMKG. ...Selengkapnya
Lowongan Pekerjaan
[16/7/2010]
Dengan hormat disampaikan informasi mengenai beberapa lowongan pekerjaan pada organisasi internasional di Jenewa untuk dapat kiranya disebar-luaskan, sebagai berikut....Selengkapnya
Pengumuman Penerimaan Taruna Baru Akademi Meteorologi dan Geofisika 2010.
[15/7/2010]
Pengumuman Penerimaan Taruna Baru Akademi Meteorologi dan Geofisika 2010....Selengkapnya
KUNJUNGAN MAHASISWA UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG
[13/7/2010]
Selasa, (13/07), Sebanyak kurang lebih 125 Mahasiswa Program Studi Fisika Universitas Kanjuruhan Malang dan 5 Dosen berkunjung ke Taman Alat Stasiun Meteorologi 745 Jakarta, Stasiun Geofisika Jakarta,...Selengkapnya
PESERTA DILKAT GURU IPS IBTIDAIYAH DAN TSANAWIYAH KUNJUNGI BMKG
[7/7/2010]
Lebih kurang delapan puluh Peserta Diklat Fasilitator Guru Mata Pelajaran IPS Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah Tingkat Mahir dari Kementrian Agama mengunjungi Taman Alat di Stasiun Meteorologi 745, ...Selengkapnya
SEMINAR SCIENTIFIC JURNAL CLUB BMKG
[30/6/2010]
Rabu (30/06), Pusat Penelitian dan Pengembangan kembali menggelar Seminar Scientific Jurnal Club BMKG di ruang Crisis Centre Gedung Operasional BMKG Pusat. Acara dibuka Deputi Bidang Meteorologi, Drs....Selengkapnya
KUNJUNGAN SMK TINTA EMAS INDONESIA BEKASI KE BMKG
[22/6/2010]
Selasa (22/06), Sebanyak 150 siswa SMK dan 15 guru berkunjung ke Taman Alat Stasiun Meteorologi 745 Jakarta, Stasiun Geofisika Jakarta, Ruang Operasional Meteorologi, Ruang Operasional Geofisika, Ruan...Selengkapnya
SEMINAR NASIONAL PERKEMBANGAN ILMU KEBUMIAN DAN PENGEMBANGAN SAINS
[21/6/2010]
Seminar sehari dengan tema “Perkembangan Ilmu KEbumian dan Pengembangan Sains“ yang diselenggarakan di kampus AMG(Akademi Meteorologi KLimatologi dan Geofisika) Senin (21/6). ...Selengkapnya
JUMPA PERS PENJELASAN GEJALA PENYIMPANGAN IKLIM MUSIM KEMARAU 2010
[18/6/2010]
Kepala BMKG Dr. Ir Sri Woro B. Harijono,MSc memberikan penjelasan kepada wartawan media elektronik dan cetak tentang gejala penyimpangan iklim dan revisi prakiraan musim kemarau 2010 di Ruang Rapat Ut...Selengkapnya
KUNJUNGAN MAHASISWA UNIVERSITAS GANESHA BALI KE BMKG
[18/6/2010]
Jumat (18/06), Sebanyak 148 Mahasiswa jurusan Geografi Universitas Ganesha Singaraja Bali dan 8 Dosen berkunjung ke Taman Alat Stasiun Meteorologi 745 Jakarta, Stasiun Geofisika Jakarta, Ruang Simul...Selengkapnya
KUNJUNGAN MAHASISWA UNIVERITAS ISLAM “45“ KE BMKG
[17/6/2010]
Kamis (17/06), Sebanyak 40 Mahasiswa dan satu Dosen berkunjung ke Taman Alat Stasiun Meteorologi 745 Jakarta, Ruang Operasional Meteorologi dan Laboratorium Kualitas Udara di BMKG Pusat yang dibagi du...Selengkapnya
BMKG MEMPEROLEH PREDIKAT WTP (WAJAR TANPA PENGECUALIAN)
[17/6/2010]
Perwakilan dari Badan Pemeriksaan Keuangan yaitu anggota I BPK, Dr. Moermahadi Soerdja Djanegara, Ak menyampaikan hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan BMKG tahun 2009 dengan Predikat WTP (Wajar Ta...Selengkapnya
KUNJUNGAN MAHASISWA UNIVERSITAS NASIONAL KE BMKG
[16/6/2010]
Rabu (16/06), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menerima kunjungan dari Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Nasional Jakarta didampingi seorang Dosen. ...Selengkapnya
Peta

Peringatan Bahaya
29-07-2010
Tidak ada peringatan Bahaya
Info Selengkapnya
Cuaca Hari Ini
29 Juli 2010 pukul 07.00 WIB

Medan

Hujan Ringan
Hujan Ringan
23 - 31 oC

Samarinda

Hujan Ringan
Hujan Ringan
23 - 32 oC

Manado

Hujan Ringan
Hujan Ringan
23 - 32 oC

Jayapura

Hujan Ringan
Hujan Ringan
23 - 33 oC

Denpasar

Berawan
Berawan
23 - 33 oC

Jakarta

Hujan Ringan
Hujan Ringan
24 - 33 oC
Info Selengkapnya
GempaBumi Terkini
27-Jul-10 23:54:13 WIB
Lokasi :7.49 LS-126.43 BT
Kedalaman : 347 Km
152 km TimurLaut DILI-TIMORLESTE
tidak berpotensi TSUNAMI
Info Selengkapnya
Gempa Dirasakan
Tanggal28/07/2010-17:09:27 WIB
Kekuatan4.7 SR
Kedalaman17 Km
Lokasi2.88 LS 101.07 BT
Keterangan :
Pusat gempa berada di laut 33 km BaratDaya Mukomuko
Dirasakan (MMI) :
II Mukomuko,
Info Selengkapnya
Ikuti Kami :
Facebook BMKG Twitter BMKG