Berita
GERHANA MATAHARI CINCIN 15 JANUARI 2010
[14/1/2010]

Pada tanggal 15 Januari 2010 akan kembali terjadi Gerhana Matahari Cincin (GMC) dengan jalur Cincin melewati Chad, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo bagian Utara, Uganda, Kenya, So­malia bagian Selatan, Samudra Hindia, India bagian Selatan, Srilangka bagian Utara, Myanmar, dan Cina. Dari wilayah Indonesia bagian Barat, yaitu pulau Sumatra dan sekitarnya, Kalimantan, Jawa kecuali bagian Timur, Sulawesi bagian Barat Laut, gerhana ini akan teramati berupa Gerhana Matahari Sebagian (GMS) pada siang menjelang sore hari. Hati-hati, jangan menatap Matahari secara langsung tanpa penapis cahayanya, karena sangat membahayakan mata!

 

 

 

Gerhana Matahari adalah peristiwa tertutupinya piringan Matahari oleh piringan Bulan dan teramati dari permukaan Bumi. Gerhana Matahari ini selalu terjadi pada saat fase bulan baru. Namun, tidak setiap bulan baru terjadi gerhana Matahari karena bidang orbit Bulan mengelilingi Bumi tidak berimpit dengan bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari (disebut ekliptika), tetapi membentuk sudut sekitar 5,2o.  Hanya pada saat fase bulan baru dan posisi Bulan di sekitar perpotongan orbit Bulan dan ekliptikalah, gerhana Matahari ini akan terjadi.

 

Gerhana Matahari ini sendiri secara umum dibagi menjadi empat jenis gerhana, yaitu Gerhana Matahari Cincin (GMC), Gerhana Matahari Total (GMT), Gerhana Matahari Hybrid (GMH), dan Gerhana Matahari Sebagian (GMS). Pembagian ini bergantung pada jarak Bumi-Bulan, jarak Bumi-Matahari, dan lokasi pengamat di permukaan Bumi saat gerhana terjadi. Jarak Bumi-Matahari sendiri bervariasi antara 1,471 x 108 km, yang terjadi pada sekitar 3 Januari, dan 1,521 x 108 km, yang terjadi pada sekitar 6 Juli. Karena diameter Matahari 1,392  x 106 km, maka diameter sudut Matahari (diameter Matahari yang tampak dari Bumi) ini bervariasi antara 32,531 menit busur  dan 31,462 menit busur.  Adapun jarak Bumi-Bulan yang bervariasi antara 3,566 x 105 km dan 4,064 x 105 km menyebabkan diameter sudutnya bervariasi antara 33,468 menit busur dan 29,392 menit busur, mengingat diameter Bulan adalah 3,475 x 103 km.

 

Sebagaimana terlihat, meskipun jarak Bumi-Matahari sekitar 400 kali lebih jauh dari pada jarak Bumi-Bulan, namun karena diameter Matahari 400 kali diameter Bulan, maka diameter sudut Matahari dan Bulan tidak jauh berbeda. Variasi diameter sudut kedua benda langit inilah yang menentukan apakah suatu gerhana termasuk GMC, GMT atau GMH. Jika diameter sudut Matahari lebih besar daripada diameter sudut Bulan, maka gerhananya termasuk GMC. Adapun jika diameter sudut Matahari lebih kecil daripada diameter sudut Bulan, maka GMT-lah yang terjadi. Ketika diameter sudut Matahari hampir sama dengan diameter sudut Bulan, saat itulah terjadi GMH. Selain faktor diameter sudut tersebut, fakta lokasi pengamat juga sangat menentukan tampakan gerhana yang terjadi. Ketiga macam gerhana tersebut terjadi saat pengamat di suatu lokasi tertentu piringan Bulan terlihat tepat menutupi piringan Matahari. Jika yang teramati adalah piringan Bulan tidak tepat menutupi piringan Matahari, maka GMS-lah yang terjadi. Ketertutupan piringan Matahari oleh piringan Bulan tersebut dapat dinyatakan dalam satuan persentase dan disebut dengan magnitudo gerhana.

 

Pada tanggal 15 Januari 2010 nanti, Bulan berada pada fase bulan baru dan posisinya di sekitar perpotongan orbit Bulan dan ekliptika. Karena itulah pada hari tersebut akan terjadi gerhana. Pada saat tersebut,  jarak Bumi-Matahari adalah  1,472 x 108 km, sehingga diameter sudutnya adalah 32,508 menit busur. Adapun jarak Bumi-Bulan saat tersebut adalah 4,054 x 105 km, sehingga diameter sudut Bulan adalah 29,467 menit busur. Karena diameter sudut Matahari saat itu lebih besar daripada diameter sudut Bulan, maka jenis gerhana yang terjadi adalah GMC. Jalur cincin gerhana ini akan melewati Chad, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo bagian Utara, Uganda, Kenya, So­malia bagian Selatan, Samudra Hindia, India bagian Selatan, Srilangka bagian Utara, Myanmar, dan Cina, sebagaimana ditampilkan pada Gambar 1 di bawah ini. Pada Gambar 1 tersebut, daerah yang terlintasi gerhana dilingkupi dengan garis yang berwarna merah. Daerah yang ditandai dengan garis merah ganda adalah daerah yang akan mengalami GMC.

 

 

Gambar 1. Peta Lintasan Gerhana Matahari Cincin 15 Januari 2010

 

 

Adapun untuk pengamat di Indonesia, karena yang teramati adalah piringan Bulan tidak tepat menutupi piringan Matahari, GMS-lah yang akan terjadi. Dari seluruh wilayah Indonesia, hanya pengamat di pulau Sumatra dan sekitarnya, Kalimantan, Jawa kecuali bagian Timur, dan Sulawesi bagian Barat Laut yang bisa mengamati GMS ini. Magnitudo gerhana yang teramati pun bervariasi, yaitu antara 0,00 % di kota Surabaya, Jawa Timur sampai dengan 57,00 % di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, sebagaimana ditampilkan pada Gambar 2 berikut ini.

 


Gambar 2. Peta lintasan Gerhana Matahari Sebagian di Indonesia dan magnitudo gerhananya.

 

Waktu terjadinya gerhana pun bergantung pada lokasi pengamat. Sebagai contoh adalah untuk lokasi pengamat di Banda Aceh, NAD. Di kota ini gerhana akan dimulai pada pukul 13:39:35 WIB, ketika piringan Bulan mulai menutupi piringan Matahari. Puncak gerhananya akan terjadi pada pukul 15:20:31 WIB, yaitu ketika persentase ketertutupan piringan Matahari oleh piringan Bulan mencapai puncaknya (57,00 %). Gerhana pun berakhir pada pukul 16:44:28 WIB ketika piringan Bulan tidak lagi menutupi piringan Matahari. Data lengkap gerhana untuk kota-kota lain di Indonesia bisa dilihat pada Tabel 1 di bawah.

 

Matahari


Tabel 1. Keteramatan Gerhana Matahari Cincin 15 Januari 2010 dari beberapa kota di Indonesia

 

 

Jika Anda berminat untuk mengamati gerhana Matahari ini, jangan menatap Matahari secara langsung karena sangat membahayakan mata! Bahkan bisa menyebabkan kebutaan permanen. Karena itu, gunakanlah alat bantu penapis cahaya Matahari, misalnya kacamata khusus gerhana. Selain itu bisa juga menggunakan kamera Pinhole. Jika Anda akan menggunakan teleskop, gunakanlah filter penapis cahaya Matahari untuk dipasang pada teleskop Anda. Selamat menyaksikan Gerhana Matahari Cincin 15 Januari 2010. r^_^n


INFORMASI ASTRONOMIS HILAL DAN MATAHARI SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 8 DAN 9 SEPTEMBER 2010 (PENENTU AWAL BULAN SYAWWAL 1431 H)
[23/8/2010]
Berikut disampaikan informasi astronomis Hilal dan Matahari saat Matahari terbenam tanggal 8 dan 9 September 2010 (Penentu Awal Bulan Syawwal 1431 H)....Selengkapnya
INFORMASI ASTRONOMIS HILAL DAN MATAHARI SAAT MATAHARI TERBENAM 10 AGUSTUS 2010 (PENENTU AWAL BULAN RAMADHAN 1431 H)
[2/8/2010]
Berikut disampaikan informasi astronomis Hilal dan Matahari saat Matahari terbenam tanggal 10 Agustus 2010 (Penentu Awal Bulan Ramadhan 1431 H)....Selengkapnya
PETA KETINGGIAN HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM PADA AWAL BULAN SYA'BAN 1431 H
[12/7/2010]
Salah satu metode penentuan awal bulan dalam Kalender Hijriyah (Kalender Islam) adalah dengan menghitung data astronomis Hilal/sabit Bulan saat Matahari terbenam pada hari terjadinya konjungsi/ijtima'...Selengkapnya
GERHANA BULAN SEBAGIAN 26 JUNI 2010
[25/6/2010]
Pada tanggal 26 Juni 2010 akan kembali terjadi Gerhana Bulan Sebagian (GBS). GBS ini dapat disaksikan dari wilayah Indonesia pada awal malam. Gerhana Bulan kembali akan terjadi ...Selengkapnya
PETA KETINGGIAN HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM PADA AWAL BULAN RAJAB 1431 H
[16/6/2010]
Salah satu metode penentuan awal bulan dalam Kalender Hijriyah (Kalender Islam) adalah dengan menghitung data astronomis Hilal/Bulan sabit saat Matahari terbenam pada hari terjadinya konjungsi/ijtimak...Selengkapnya
PETA KETINGGIAN HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM PADA AWAL BULAN JUMADITS TSANIYAH 1431 H
[10/5/2010]
Salah satu metode penentuan awal bulan dalam Kalender Hijriyah (Kalender Islam) adalah dengan menghitung data astronomis Hilal/Bulan sabit saat Matahari terbenam pada hari terjadinya konjungsi/ijtimak...Selengkapnya
PETA KETINGGIAN HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM PADA AWAL BULAN JUMADIL ULA 1431 H
[5/4/2010]
Salah satu metode penentuan awal bulan dalam Kalender Hijriyah (Kalender Islam) adalah dengan menghitung data astronomis Hilal/Bulan sabit saat Matahari terbenam pada hari terjadinya konjungsi/ijtimak...Selengkapnya
PETA KETINGGIAN HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM PADA TANGGAL 16 MARET 2010 (Awal Bulan Rabiuts Tsani1431 H)
[4/3/2010]
Salah satu metode penentuan awal bulan dalam Kalender Hijriyah (Kalender Islam) adalah dengan menghitung data astronomis Hilal/Bulan sabit saat Matahari terbenam pada hari terjadinya konjungsi/ijtimak...Selengkapnya
PETA KETINGGIAN HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 14 FEBRUARI 2010 (Awal Bulan Rabbiul Awwal 1431 H)
[4/2/2010]
Salah satu metode penentuan awal bulan dalam Kalender Hijriyah (Kalender Islam) adalah dengan menghitung data astronomis Hilal/Bulan sabit saat Matahari terbenam pada hari terjadinya konjungsi/ijtimak...Selengkapnya
PENGAMATAN GERHANA MATAHARI 15 JANUARI 2010
[25/1/2010]
Tim BMKG pusat telah berhasil melakukan pengamatan Gerhana Matahari Sebagian di Jakarta pada tanggal 15 Januari 2010, menggunakan detektor Celestron NexImage yang dipasang pada teleskop William Optic ...Selengkapnya
GERHANA BULAN SEBAGIAN 1 JANUARI 2010
[31/12/2009]
Pada tanggal 1 Januari 2010 akan kembali terjadi Gerhana Bulan Sebagian (GBS). GBS ini dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia pada saat dini hari. ...Selengkapnya
ALMANAK 2010
[2/10/2009]
Almanak 2010 berisi penanggalan Masehi, Islam, Jawa dan Cina serta hari raya nasional dan hari-hari besar agama Tahun 2010...Selengkapnya
PEMBAGIAN WILAYAH WAKTU INDONESIA
[16/7/2009]
Sejarah Pembagian wilayah waktu di Indonesia dimulai dengan terbitnya Keputusan Presiden RI. No.243 Tahun 1963 yang membagi Indonesia dalam 3 (tiga) wilayah waktu dan berlaku mulai 1 Januari 1964 ...Selengkapnya
PENYIARAN TANDA WAKTU STANDAR
[16/11/2007]
Tanda waktu yang dilaksanakan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika Jakarta disiarkan melalui PT. Telkom Gambir dan dipancarkan di udara oleh RRI (Radio Republik Indonesia) dan Radio Pantai Bekasi , ...Selengkapnya
Peta

Peringatan Bahaya
10 September 2010
Tidak ada peringatan Bahaya
Info Selengkapnya
Cuaca Hari Ini
10 September 2010

Medan

Hujan Ringan
Hujan Ringan
24 - 32 oC

Samarinda

Hujan Sedang
Hujan Sedang
24 - 30 oC

Manado

Hujan Ringan
Hujan Ringan
23 - 32 oC

Jayapura

Hujan Sedang
Hujan Sedang
24 - 30 oC

Denpasar

Hujan Ringan
Hujan Ringan
26 - 32 oC

Jakarta

Hujan Sedang
Hujan Sedang
24 - 32 oC
Info Selengkapnya
GempaBumi Terkini
09-Sep-10 14:42:36 WIB
Lokasi :6.08 LS-125.88 BT
Kedalaman : 516 Km
278 km TimurLaut DILI-TIMORLESTE
tidak berpotensi TSUNAMI
Info Selengkapnya
Gempa Dirasakan
Tanggal08/09/2010-00:22:30 WIB
Kekuatan4.7 SR
Kedalaman10 Km
Lokasi0.7 LS 119.97 BT
Keterangan :
Pusat gempa berada di darat 24 km Timurlaut Palu
Dirasakan (MMI) :
II - III Palu,
Info Selengkapnya
Ikuti Kami :